article

MEMBANGUN KULTUR SEKOLAH DENGAN KEDISIPLINAN

Sekolah sebagai sebuah sistem memiliki tiga aspek pokok yang berkaitan langsung dengan mutu sekolah. Ketiga aspek itu adalah proses belajar mengajar, kepemimpinan dan manajemen sekolah, serta Kultur  sekolah. Kultur merupakan pandangan hidup yang diakui bersama oleh suatu kelompok masyarakat, yang mencakup cara berpikir, sikap, perilaku, nilai-nilai yang tercermin dalam wujud fisik maupun abstrak. Kultur juga dapat dilihat sebagai suatu perilaku, nilai-nilai, sikap hidup, maupun cara hidup untuk melakukan penyesuaian dengan lingkungan, sekaligus cara memandang suatu persoalan dan memecahkannya.

read more
Pemanfaatan TIK Untuk Meningkatan Kualitas Pembelajaran di Kelas

Kehadiran guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas, baik melalui pendekatan individu maupun kelompok, tetap berperanan penting.  Peranannya sebagai fasilitator yang mengarahkan dan memotivasi peserta didik agar proses belajar pada diri peserta didik terjadi optimal belum dapat digantikan dengan alat misalnya mesin, televisi, radio ataupun komputer. Penyelesaian proses pembelajaran yang dialami peserta didik memerlukan banyak unsur manusiawi yang mendukung yaitu: sikap, nilai, perasaan, motivasi, kepribadian, pembiasaan, dan sebagainya. Ini hanya bisa dilakukan jika ada guru yang mendampinginya secara fisik (A. Tabrani Rusyan:1992;1)

Interaksi yang terjadi antara guru dan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran di kelas tidak hanya kontak komunikasi lisan tetapi juga kontak batin,sehingga unsur-unsur manusiawilah yang dominan mempengaruhi  proses belajar yang dialami oleh peserta didik. Perlu disadari oleh setiap guru bahwa kualitas guru dalam kepribadian, penampilan bersikap dan berperilaku, intonasi / irama / gaya bicara, penguasaan materi, keterampilan menggunakan alat peraga / media pembelajaran dan menguasai teknologi, antara lain penguasaan TIK, berperan sangat besar terhadap kualitas hasil pembelajaran siswa.

Harus disadari tugas guru memfasilitasi pembelajaran peserta didik adalah tugas mulia dan dilakukan dalam konteks pekerja professional. Sebagai pekerja professional ia membawa konsekuensi tanggung jawab terhadap akibat dari pekerjaan yang dilakukan, hasil yang dicapai, sampai batas mana ketercapaian kompetensi masing-masing peserta didik yang telah difasilitasi pembelajarannya. Keberhasilan atau ketidakberhasilan peserta didik mencapai kompetensi yang diharapkan mencerminkan keberhasilan atau ketidakberhasilan guru memfasilitasi pembelajaran peserta didik.

Sebagai  pekerja professional, diharapkan pekerjaan guru itu berkualitas,sehingga membawa konsekuensi  terhadap tanggung jawab untuk mengembangkan dan mempertahankan profesi tersebut. Ini merupakan tuntutan dan panggilan untuk selalu mencintai, menghargai, menjaga dan meningkatkan tugas dan tanggung jawab profesinya. Dia harus sadar mengembangkan kompetensi diri, meningkatkan sumber daya manusianya, termasuk mengikuti dan menguasai perkembangan Iptek sebagai konsekuensi meningkatkan kinerjanya dalam tugas-tugas profesional. Kepekaan dan tanggap terhadap perubahan-perubahan, pembaharuan-pembaharuan serta perkembangan pola hidup manusia dan tuntutan masyarakat hendaknya dimiliki oleh setiap guru dan menjadi perhatian utama dalam tugas-tugas professional sebagai pendidik.

Setiap guru dalam menjalankan tugasnya hendaknya melalui tahapan-tahapan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, cermat, dan berkualitas. Tahapan-tahapan yang dilalui adalah: persiapan, memfasilitasi, menilai, dan melakukan tindak lanjut.

 

Penguasaan TIK

Dalam tahap persiapan, bahan / materi pembelajaran yang hendak disajikan untuk dikaji oleh peserta didik harus lebih dahulu dipahami oleh guru bersangkutan, maka dia harus sungguh-sungguh mengkajinya sehingga menguasai dan siap menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari peserta didik yang hendak difasilitasi proses belajarnya. Literatur yang dipelajari guru harus lebih banyak dari literatur pegangan pesert didik .

Sumber literatur tidak harus buku tetapi tetapi surat kabar, majalah, siaran televisi, dan akses internet. Untuk yang terakhir ini maka penguasaan Teknologi Informasi komunikasi (TIK) yang erat hubungannya dengan pemakaian komputer adalah salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh para guru pada saat ini.

Langkah berikutnya dalam persiapan adalah membuat desain tentang hal-hal yang akan dikerjakan. Diingatkan oleh Oemar Hamalik (2004;5)  “Semua tenaga professional harus memiliki kemampuan professional dalam bidangnya, antara lain membuat desain tentang hal-hal yang akan dikerjakannya”.  Desain pembelajaran antara lain meliputi penyusunan silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Rencana Melakukan Evaluasi, pembuatan materi pembelajaran, pembuatan modul pembelajaran dan Lembar Kerja Siswa (LKS) berikut dengan petunjuk mengerjakan tugas-tugas karena diharapkan bahwa hasil pekerjaan mendidik itu tercapai dan berhasil dengan hasil yang berkualitas.

read more
Sekolah Cerdas, Membentengi Pengaruh Negatif Globalisasi
Sekolah cerdas “intelligent School” adalah model sekolah yang oleh banyak kalangan diyakini mampu tampil sebagai “penyelamat” dari terkaman wajah buruk glabalisasi. Itu juga bisa menjadi bentuk pembuktian bahwa institusi sekolah telah membebaskan diri dari cercaan bahwa institusi ini tidak lebih parasit bagi masyarakatnya
read more
Menumbuhkan Budaya Menulis

Bagi sebagian besar masyarakat kita, menulis tampaknya belum menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.  Begitu juga yang terjadi di dunia pendidikan kita. Di dunia pendidikan sering kita mendengar argumentasi klasik yang selalu terlontar yang menggambarkan adanya mata rantai saling melempar tanggung jawab dari tingkat pendidikan paling tinggi ke tingkat pendidikan paling rendah. Dari jenjang yang paling tinggi, pihak perguruan tinggi seringkali menyatakan bahwa mahasiswa baru terkesan kacau balau dalam menyusun tugas laporan. Bahkan bukan hanya itu, penulisan skripsi juga bernasib sama. Penulisan kalimat, paragraf, pengorganisasian materi tulisan, dan alur pikiran masih kurang baik. Menghadapi kondisi yang demikian itu, pihak perguruan tinggi berpendapat bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMA/SMK masih carut-marut.

read more
PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) APA MANFAATNYA?

 

Penelitian Tindakan kelas (PTK) atau Classroom action research merupakan salah satu perspektif baru dalam penelitian yang mencoba menjembatani antara teori dan praktik dalam bidang pendidikan (Dimyati, 2000). Tujuan penelitian ini semata-mata untuk melakukan perbaikan realitas sosial di depan kelas, terlebih tentang struktur perilaku peserta didik. Karena dalam keseharian guru bergumul dengan perencanaan program belajar mengajar, melaksanakan dan memimpin kegiatan belajar mengajar, dan menafsirkan serta memanfaatkan hasil penilaian kemajuan belajar mengajar. Maka sangatlah tepat bila Classroom action research yang konon berawal dari dibentuknya jejaring penelitian tindakan kelas yang berpusat di Cambridge Institut tahun 1976 dijadikan strategi bagi pengembangan profesionalitas guru.

read more